TEKS LAPORAN HASIL OBSERVASI (Pengertian, Struktur, Ciri, Kaidah Kebahasaan, dan Contoh Teks Laporan Hasil Observasi)

Teks Laporan Hasil Observasi adalah materi bahasa Indonesia kelas X yang akan kita pelajari kali ini. Disini kita akan membahas tentang pengertian, struktur, ciri, kaidah kebahasaan, dan juga contoh teks laporan hasil observasi. Laporan hasil observasi bisa kita dapatkan ketika kita melakukan pengamatan terhadap alam, lingkungan, atau pun sekolah.

Pengertian Teks Laporan Hasil Observasi
Teks laporan hasil observasi adalah teks yang memuat klasifikasi mengenai jenis sesuatu berdasarkan kriteria tertentu. Teks laporan bersifat global atau universal. Teks laporan lebih menekankan pada pengelompokan berbagai hal ke dalam jenis sesuai dengan ciri setiap jenis pada umumnya. Teks ini juga berkaitan dengan hubungan antara sebuah kelas dan subkelas yang ada didalamnya.

TEKS LAPORAN HASIL OBSERVASI (Pengertian, Struktur, Ciri, Kaidah Kebahasaan, dan Contoh Teks Laporan Hasil Observasi)

Struktur Teks Laporan Hasil Observasi
Struktur adalah bagian-bagian yang membangun sebuah teks menjadi sebuah teks laporan hasil observasi, Secara umum, teks laporan hasil observasi memiliki 2 struktur, diantaranya yaitu.

  1. Pernyataan umum (klasifikasi), merupakan semacam pembuka atau pengantar tentang hal yang dilaporkan. Pada tahap pembukaan disampaikan bahwa benda-benda di dunia dapat diklasifikasikan berdasarkan kriteria persamaan dan perbedaan.
  2. Anggota/aspek yang dilaporkan, merupakan bahasan atau rincian tentang objek yang diamati.
Adapun struktur lainnya dari teks laporan ini adalah sebagai berikut.

  1. Definisi Umum, adalah pembukaan yang berisi pengertian tentang sesuatu yang dibahas didam teks.
  2. Definisi Bagian, adalah bagian yang berisi ide pokok dari setiap paragraf (penjelasan rinci).
  3. Definisi Manfaat, bagian yang menjelaskan manfaat dari sesuatu yang dilaporkan
  4. Penutup, adalah bagian rincian akhir dari teks.

Ciri Teks Laporan Hasil Observasi
Teks laporan hasil observasi setidaknya memiliki 3 ciri, diantaranya yaitu sebagai berikut.
  1. Bersifat umum (global dan universal).
  2. Menekankan pada pengelompokan berbagai hal ke dalam jenis sesuai dengan ciri setiap jenis pada umumnya.
  3. Berkaitan dengan berhubungan berjenjang antara sebuah kelas dan subkelas yang ada didalamnya.
Kaidah Kebahasaan Teks Laporan Hasil Observasi
Berikut akan saya jelaskan ciri kebahasaan atau kaidah kebahasaan dati teks laporan hasil observasi. Teks laporan hasil observasi memiliki ciri kebahasaan yang diantaranya mengandung frasa, konjungsi, verba, nomina, kalimat kompleks dan simplek, dan juga lainnya. Untuk lebih jelasnya simaklah penjelasannya dibawah ini.

  1. Menggunakan konjungsi; dan,tetapi.
  2. Mengandung kata kerja (verba).
  3. Mengandung kalimat simpleks ( kalimat yang terdiri dari satu verba).
  4. Menggunakan kalimat kompleks (kalimat yang terdiri dari dua atau lebih verba).
  5. Mengandung kata benda (nomina).
  6. Menggunakan Persamaan kata (sinonim).
  7. Mengandung lawan kata (antonim).
  8. Menggunakan frasa (kelompok kata).
  9. Menggunakan berbagai istilah.

Tujuan Teks Laporan Hasil Observasi
Teks laporan hasil observasi, setidaknya memiliki 5 tujuan. Tujuan dari teks tersebut diantaranya sebagai berikut.
  1. Mengatasi suatu masalah,
  2. Mengambil suatu keputusan yang lebih efektif.
  3. Mengetahui kemajuan dan perkembangan suatu masalah.
  4. Mengadakan pengawasan dan perbaikan.
  5. Menemukan teknik–teknik baru.
Contoh Teks Laporan Hasil Observasi
Berikut ini akan saya berikan contoh teks laporan hasil observasi yang berjudul “Sekolah” lengkap dengan strukturnya.
Sekolah
Pernyataan Umum
Sekolah merupakan lingkungan baru bagi anak. Tempat bertemunya ratusan anak dari berbagai kalangan dan latar belakang yang berbeda, baik status sosial maupun agamanya. Di sekolah inilah anak akan terwarnai oleh berbagai corak pendidikan, kepribadian dan kebiasaan, yang dibawa masing-masing anak dari lingkungan dan kondisi rumah tangga yang berbeda.
Anggota / Aspek yang Dilaporkan
Seorang pengajar adalah merupakan figur dan tokoh yang menjadi panutan anak-anak dalam mengambil semua nilai dan pemikiran memilah antara yang baik dengan yang buruk. Karena anak-anak memandang, guru adalah sosok yang disanjung, didengar, dan ditiru, sehingga pengaruh guru sangat besar terhadap kepribadian dan pemikiran anak. Oleh sebab itu, seorang pengajar harus membekali diri dengan ilmu dîn (agama) yang Shahîh sesuai dengan pemahaman Salafush-Shalih dan akhlak yang mulia, serta rasa sayang kepada anak didik.
Anggota / Aspek yang Dilaporkan
McDonald mengemukakan sebagai berikut “Sekolah adalah lingkungan yang khusus untuk mengubah tingkah laku secara menetap dalam hubungan dengan seluruh perkembangan pribadinya sebagai masyarakat.”
Anggota / Aspek yang Dilaporkan
Seorang pendidik sangat berpengaruh terhadap perkembangan kepribadian seorang anak. pendidik yang memberikan pandangan hidup yang keliru terhadap anak akan memberikan dampak atau pengaruh buruk terhadap perkembangan kepribadian anak tersebut.
author
Author: 
    Urutan penulisan daftar pustaka
    Urutan penulisan daftar pustaka
        Daftar pustaka adalah semua bahan
    Penggunaan majas dalam puisi
    Penggunaan majas dalam puisi
        Menulis puisi dilakukan dengan mengamati
    Pengertian Paragraf Deduktif dan Induktif
    Pengertian Paragraf Deduktif dan Induktif
    Pengertian Paragraf Deduktif dan Induktif – Deduktif

    Top